
karanganyar.ngawikab.go.id – Sebanyak 483 warga Desa Sekarjati, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi menerima bantuan paket sembako sebagai respons cepat tanggap darurat bencana alam angin puting beliung. Penyerahan bantuan ini dilakukan di Balai Desa Sekarjati, menyusul kerusakan yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut baru-baru ini.
Bencana angin puting beliung disertai hujan deras diketahui terjadi di wilayah Karanganyar, termasuk Desa Sekarjati, sekitar awal Oktober 2025 lalu, menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan.
Bantuan Disalurkan untuk 483 Orang
Kepala Desa Sekarjati menjelaskan bahwa 483 paket sembako ini disalurkan kepada seluruh warga yang terdampak, baik yang rumahnya mengalami kerusakan ringan, sedang, maupun yang terkena dampak tidak langsung seperti kerusakan fasilitas umum. Pendataan dilakukan secara cermat oleh pihak desa bersama dengan RT/RW setempat untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
“Total ada 483 orang (atau keluarga) yang menerima bantuan sembako kali ini. Ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun donatur lainnya, untuk meringankan beban warga kami yang terkena musibah,” ungkap Kepala Desa.
Sinergi Penanganan Bencana
Proses pendistribusian bantuan ini melibatkan berbagai unsur, menunjukkan sinergi yang kuat dalam penanganan bencana di tingkat lokal. Pihak yang terlibat antara lain:
- Pemerintah Desa: Berperan dalam pendataan dan koordinasi penyaluran bantuan di lapangan.
- BPBD Kabupaten Ngawi: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan darurat seperti terpal dan logistik lainnya kepada korban di berbagai wilayah terdampak.
- Polsek dan Koramil Karanganyar: Unsur Forpimcam (Forum Pimpinan Kecamatan) turut hadir dan membantu dalam pengamanan serta kelancaran distribusi sembako, seperti yang pernah dilakukan sebelumnya di wilayah ini.
Warga penerima bantuan menyambut baik uluran tangan ini. Mereka berharap bantuan sembako dan logistik dasar lainnya dapat membantu memenuhi kebutuhan harian sambil menunggu proses perbaikan rumah atau pemulihan pascabencana.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat di Desa Sekarjati dan sekitarnya untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat saat ini masih dalam masa transisi musim atau peralihan musim hujan, yang rentan memicu bencana hidrometeorologi seperti puting beliung dan banjir.